Sabtu, 07 Juli 2012

Soal Psikotes Seleksi Karyawan PT KALBE Nutritionals


Setelah mengikuti beberapa tahapan seleksi calon karyawan PT Kalbe Nutritional, mulai dari seleksi administrasi, interview dengan kepala regional Sumatera, interview user Pangkal Pinang-Kep. Babel seleksi dilanjutkan ke tahap psikotes. Sedikit berbeda memang dengan proses seleksi yang umum dilakukan perusahaan. Biasanya sebelum interview, diadakan psikotes dulu. Tapi Kalbe Nutritionals memang beda. HRD-nya pun ramah & baik banget selama semua proses seleksi di atas saya lalui. Salut deh buat Kalbe Nutritionals, specially buat Mbak Amelia Kumala Sari.

Well... Sesuai instruksi HRD PT Kalbe Nutritionals, psikotes saya diadakan di Medan, tepatnya di Biro Konsultasi Psikologi Elviati Achmad, Jl. Gatot Subroto/Jl Binjai Km 6.5 No 274D Medan. Di samping Wisma PHI (Perjalanan Haji Indonesia) Kira-kira 500M lagi dari area Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) kalau jalannya lewat simpang Pajak Seikambing.

Tiba di lokasi ujian, Rabu (04/07/2012) staff nya belum pada datang, tes yang dijadwalkan pukul 08:00 eh taunya molor juga satu jam lebih. Memang ya orang-orang di negeri kita ini sepertinya masih susah menghilangkan kebiasaan memakai “jam karet.” Singkat cerita tes pun dimulai dan terus berlangsung dengan materi-materi tes yang luar biasa banyaknya. Seumur-umur ikut psikotes baru kali ini ngerasain materi tes yang sangat banyak. Gak percaya? Berikut saya tulis tahapan dan contoh soal psikotes PT Kalbe Nutritionals.

1.       Tahap I à Essay test yang harus dijawab secepat-cepatnya karena waktunya sangat terbatas. Beberapa contoh soalnya adalah: Apa manfaat hukum bagi kehidupan manusia? Mengapa pemerintah perlu membuat undang-undang pernikahan? Jika kamu tersesat di hutan pada saat tengah hari bagaimana cara kamu keluar? Kalau kamu menjadi orang pertama yang melihat kebakaran di bioskop apa yang kamu lakukan? Kira-kira begitulah pertanyaan essay tesnya.

2.       Tahap II à Deret Angka atau ada juga yang bilang Irama Bilangan atau Deret Hitung. Contoh soalnya: 4  5  7  10  14  19 ...      3  8  14  21  29  38  ...  ...    72  72  36  12  3  ...

3.       Tahap III à Kamampuan Memahami Wacana. Tahap tes yang ini mengingatkan saya kepada soal-soal Ujian Nasional Bahas Indonesia J Satu paragraf terdiri dari 2 sampai 4 pertanyaan. Sebenarnya untuk tahap tes yang ini masih bisa dikatakan sangat mudah, hanya saja bahasa yang ada dalam paragraf jadul banget, artikelnya tempoe doeloe kali lah kurasa. J

4.       Tahap IV à Tes Numerik dan Aljabar kali ya namanya? Saya kurang tau secara pasti, yang jelas soalnya matematika banget, dari penjumlahan, pengurangan, dan perkalian bersusun bilangan bulat dan pecahan hingga menghitung persen % dan akar √.

5.     Tahap V à Tes Kemampuan Pandang Ruang (Visual), termasuk lah yang irama gambar, perputaran, analogi, dan yang paling ingat menghitung jumlah balok bersusun/dempet. Ingat banget neh si balok dempet. Selain karena pertama kali ngerasain, karena buku tes nya yang nauzubillah banget udah dari zaman kantornya buka kali ya, soalnya udah banyak coret-coretan J

6.        Tahap VI à Tes Pauli (Hitungan Koran). Tes ini memang selalu jadi primadona, selalu diadakan di puncak tes dan disaat perut mulai keroncongan J Yupss.. tes ini memang sengaja dilakukan saat-saat suasana seperti itu, secara guna tes ini untuk mengukur kecepatan, ketepatan, dan ketahanan kerja calon karyawan. Selain Tes Pauli , tes sejenis ini ada namanya Tes Kraeplin. Pada dasarnya keduanya sama, hanya metode pengerjaannya saja yang beda.

7.       Tahap VII à Selanjutnya lebih kepada tes minat-bakat, pribadian dan karakter. Ada yang PAPI lah namanya, PA. Biasanya kalau psikotes pake satu jenis aja. Tapi kemaren saya sampai 5 jenis  tes untuk tahap ini L

8.       Tahap VIIIà Tes Menggambar. Terdiri dari tiga lembar. Lembar pertama menggambar rumah, manusia, dan pohon. Lembar kedua gambar manusia dan lembar ketiga pohon.

9.       Tahap IX à Interview dengan psikolog. Pertanyaan-pertanyaannya standar seputar kepribadiaan, keluarga, pendidikan dan pengalaman kerja, intinya gak jauh-jauh lah dari CV ditambah sedikit company profile. Kalau saya menilai untuk interview ini lebih kepada melihat kemampuan kita bicara dan kesiapan kita untuk posisi yang kita lamar.

Alhamdulillah.. Akhirnya selesai juga Psikotes yang paling lama selama hidup ini J J J sampai hampir pukul 18:00 soalnya. Iya loh yang bikin lama bukan di interview tapi diserangkaian psikotesnya. Kami hanya 2 orang dan interview saya tidak lebih dari 15 menit, sangat cepat dibanding teman saya yang pertama interview. Mudah-mudahan saja itu pertanda baik, amiin...
Terakhir, belum sempat keluar kantor hujan pun mengguyur Medan. Jadi nebeng dulu di teras rukan Bu Elviati Achmad ini. Mengamati akuarium sambil sesekali menyaksikan goyangan pohon bambu dan tanaman-tanaman lain yang diterpa angin-hujan di nisfu Sya’ban tahun ini. Sedih banget saat diangkatnya amalan ke langit, saya hanya duduk-duduk di teras rumah orang, bukan mendekatkan diri di rumah-Nya. Forgive me Allah, I can’t thank You enough.

Anyway Suami Bu Elviati ini sangat baik. We talk so much thing there and he gave me this great advice: “Nanti kalau mau nikah, minta orang tua saja yang mencarikan calonnya. Mereka lebih tahu dan pasti tidak akan memberikan yang tidak baik kepada anak-anak nya. Cinta atau tidak, yang pasti cinta itu datang setelah adanya hubungan, bukan cinta yang menciptakan hubungan, tapi hubungan yang mengundang cinta. Dan milih calon isteri itu ibarat memilih kayu, pilihlah kayu hutan daripada kayu kota. Alasannya? Kayu hutan  itu kan masih natural, pure, kamu sendiri nanti yang olah, sedangkan kayu kota itu biasanya/kebanyakan udah diolah kawan untuk awak, mau ko??” That was his perspective about love and relation. Smart parent, huh? J

Semoga Bermanfaat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar